KEBUTUHAN ENERGI DAN STATUS NUTRISI PADA IKAN BERONANG
Setiap makhluk hidup membutuhkan asupan ataupun kebutuhan nutrisi didalam tubuhnya untuk fungsi-fungsi organ tubuh, pergerakan tubuh, mempertahankan suhu, fungsi enzim, pertumbuhan dan pergantian sel yang rusak. di faktor perikanan pun kebutuhan nutrisi ini pun sangat penting dalam kegiatan ini seperti di budidaya ikan secara intensif pemberian pakan menjadi sangat penting karena 60-70 % biaya produksi adalah untuk pakan, oleh karena itu kebutuhan nutrisi dalam pakan untuk ikan sangat lah penting.
Salah satu spesies ikan laut yang mempunyai potensi komersial besar untuk dibudidayakan secara intensif adalah ikan beronang (Siganus guttatus). Ikan ini memiliki beberapa karakteristik yang menguntungkan antara lain: merupakan makanan hasil laut yang lezat dengan harga yang cukup mahal, (Wassef & Hady, 1997).
Ikan beronang mampu hidup dalam kepadatan tinggi, responsive terhadap pakan buatan serta memiliki laju pertumbuhan yang relatif tinggi (Subandiono et al., 1996; Santosa et al., 1996). Selanjutnya dapat dibudidayakan baik di keramba jaring apung maupun tambak (Wassef & Hady. 1997), juga dapat dipijahkan secara terkontrol dengan rangsangan hormonal (Lante et al., 2007).
Pada pembesaran ikan secara massal dibutuhkan pakan buatan yang memenuhi persyaratan nutrisi, ekologis, dan ekonomis. Agar ikan dapat tumbuh secara maksimal, maka kebutuhan makro nutrient seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral harus terpenuhi. Dari kelima komponen nutrien pakan, protein mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam proses pertumbuhan. Selain itu, protein juga banyak digunakan sebagai sumber energi bagi hewan air, khususnya ikan karnivora (NRC, 1977).
Kebutuhan energi ikan tropis telah dilaporkan merupakan fungsi dari kandungan protein dalam pakan (NRC, 1983). Namun peningkatan jumlah protein dalam pakan akan meningkatkan pertumbuhan sampai batas tertentu. Prather & Lovell (1973) dalam Samantaray & Mohanty (1997) menjelaskan bahwa kandungan protein pakan yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan ikan jika tidak diimbangi kandungan energi yang cukup. Selanjutnya Lovell (1989) mengemukakan bahwa tinggi rendahnya kebutuhan optimum protein dalam pakan ikut dipengaruhi oleh kandungan energi dari non-protein (karbohidrat dan lemak). Kebutuhan makro nutrien pakan berbeda-beda tergantung jenis dan ukuran ikan. Basyari & Tanaka (1986) mengemukakan bahwa kandungan protein pakan 35%-46% memberikan pertumbuhan yang baik untuk yuwana ikan beronang Siganus javus ukuran 4,7–13 g. Ikan beronang Siganus canaliculatus ukuran sekitar 15 g membutuhkan pakan dengan kandungan protein 45% untuk tumbuh optimum (Purba, 2004). Sementara Parazo (1990) mengemukakan bahwa pakan yang cukup ekonomis untuk yuwana ikan beronang yaitu pakan dengan kandungan protein 35% dan lemak 8,9%.
Ikan Beronang merupakan jenis ikan demersal yang hidup di dasar atau di dekat dengan dasar perairan. Dimana ikan Beronang ini termasuk ikan herbivore karena ikan ini lebih seering memakan tumbuhan lamun dan epifit yang berasosiasi dengan lamun, alga ataupun lumut. Ikan Beronang memiliki mulut yang kecil, gigi seri pada masing – masing rahang, gigi geraham berkembang sempurna, dinding lambung agak tebal, usus halusnya panjang dan mempunyai permukaan yang luas. Kebutuhan protein Ikan Beronang bersumber dari protein nabati misal dari tepung kedelai, alga dll serta protein hewani yang berasal dari tepung ikan, darah dll. Dimana jumlah protein yang dibutuhkan oleh ikan berubah – ubah tergantung pada umur, kondisi reproduksi dan perubahan lingkungan ( Sicney, 1979).
Asam amino hewan lebih mudah dicerna, dimana tanaman yang memiliki asam amino esensial rendah yaitu kedelai yang rendah metionin dan jagung yang rendah triptofan. Maka, solusinya yaitu dengan mengkombinasi sumber protein, protein nabati yang umunya memiliki kandungan metionin relative rendah, dapat diperbaiki dengan penambahan tepung ikan yang banyak mengandung metionin.. Masyamsir (2001), mengatakan bahwa ikan herbivore membutuhkan karbohidrat sampai 50% dalam pakannya. Sedangkan kandungan protein untuk Ikan Beronang yaitu sekitar 15 – 20 % ditambah lemak 8% dalam pakannya. Tetapi sampai saat ini belum ditemukan jenis pakan yang tepat dan berkualitas baik serta tersedia dalam jumlah yang banyak dan secara kontinyu, maka solusinya adalah pembuatan formulasi pakan melalui diet pakan buatan dengan sumber protein dari silase darah sapi yang mengandung protein sekitar 67,72% dalam berat kering.
Peranan protein untuk pertumbuhan :\
a. Protein sebagai penentu kualitas pakan
b. Sebagai zat pembangun (membentuk jaringan baru, mengganti jaringan yang rusak, proses reproduksi).
c. Sebagai zat pengatur (pembentukan enzim, hormone dan mengatur proses – proses metabolism dalam tubuh)
d. Sebagai zat pembakar (sumber energy disamping karbohidrat/ lemak)
Menurut Muchlisin (2003) selain dipengaruhi oleh jumlah, kualitas pakan dan sumber protein juga memainkan peranan yang penting dalam pertumbuhan dan kelulushidupan ikan. Protein dengan komposisi asam amino yang lengkap dan berimbang mempunyai kualitas yang lebih dibandingkan yang tidak.
Kesimpulannya, ikan beronang termasuk ikan herbivora dan termasuk predator dari rumput laut. Peran protein untuk ikan beronang itu sendiri yaitu sebagai pertumbuhan, akan tetapi ikan beronang lebih mengutamakan karbohidrat yang terkandung dalam rumput laut. Usaha budidaya ikan beronang di Indonesia belum berhasil dengan baik terutama disebabkan belum ditemukannya jenis pakan yang tepat dan berkualitas baik serta tersedia dalam jumlah yang banyak dan secara kontinyu mudah diperoleh, alternative pemecahannya adalah dengan pembuatan formulasi pakan melalui diet pakan buatan dengan sumber protein dari silase darah sapi. Dan fungsi protein pada ikan beronang adalaha sebagai zat pembangun (membentuk jaringan baru, mengganti jaringan yang rusak, dan proses reproduksi), zat pengatur (pembentukan enzim, hormone, dan mengatur proses – proses metabolism dalam tubuh) dan sebagai zat pembakar (sumber energi disamping karbohidrat/lemak).
Komentar
Posting Komentar